
MMPI-A
Minnesota Multiphasic Personality Inventory–Adolescent (MMPI-A) adalah alat asesmen psikologis yang dirancang khusus untuk membantu memahami kondisi psikologis remaja secara lebih objektif dan terstruktur. Tes ini










Minnesota Multiphasic Personality Inventory–Adolescent (MMPI-A) adalah alat asesmen psikologis yang dirancang khusus untuk membantu memahami kondisi psikologis remaja secara lebih objektif dan terstruktur. Tes ini

Millon Clinical Multiaxial Inventory–IV (MCMI-IV) adalah alat asesmen psikologis yang dirancang khusus untuk mengevaluasi pola kepribadian dan gejala klinis pada orang dewasa. Tes ini dikembangkan

Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) merupakan salah satu alat asesmen kepribadian yang paling banyak digunakan dalam praktik psikologi modern. Tes ini disusun melalui proses penelitian
Partika Dhimas Pangestu, S.Psi., M.Psi.,Psikolog
Menempuh pendidikan S1 Psikologi di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dengan skripsi berjudul “Dalam Komunitas Kutemukan Makna Hidupku; Penemuan Makna Hidup pada Remaja Akhir Penyandang Tunanetra”. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 Profesi Psikologi di Universitas Surabaya dengan tesis berfokus pada “Efektivitas Pelatihan Self-Compassion untuk Meningkatkan Well-Being bagi Pendamping Anak Penyintas Human Trafficking”. Sejak awal, ketertarikannya konsisten pada isu kebermaknaan hidup, kerentanan, trauma, dan pemulihan psikologis dalam konteks individu maupun komunitas.
Sejak tahun 2018, ia berpraktik sebagai psikolog dan pada tahun yang sama memutuskan kembali ke Sanggau. Pada 2019, ia mendirikan Biro Psikologi Mahkota Tirta Arum sebagai wadah layanan psikologi yang berfokus pada anak, keluarga, dan kasus-kasus dengan kompleksitas tinggi.
Keahliannya mencakup peran sebagai Psikolog Anak dan Terapis Perilaku Anak, serta Psikolog Forensik bagi korban maupun pelaku kekerasan dan pelecehan seksual pada anak, pelaku tindak kekerasan hingga pembunuhan, hingga berperan sebagai saksi ahli di persidangan. Kombinasi fondasi akademik, pengalaman klinis, dan kerja forensik menjadikan Dhimas terbiasa bekerja di persimpangan antara pemulihan psikologis, perlindungan anak, dan penegakan keadilan.
Emma Duridu Selan, S.Psi.
Merupakan lulusan Program Studi Psikologi dari Universitas Kristen Satya Wacana. Pada masa studinya, Emma menyusun skripsi berjudul “Citra Diri Remaja Perempuan Pengguna Aplikasi Pengedit dalam Menampilkan Diri di Media Sosial”, yang menunjukkan ketertarikannya pada dinamika citra diri, penggunaan media digital, serta pengaruhnya terhadap perkembangan psikologis remaja.
Motivasi Emma bekerja sebagai terapis anak berangkat dari kecintaannya pada dunia anak serta pengalaman kerja sebelumnya, di mana ia melihat secara langsung besarnya dampak positif yang dapat diberikan melalui pendampingan yang tepat. Dalam pengembangan kompetensinya, Emma telah mengikuti Pelatihan PECS: Melatih Kemampuan Komunikasi & Sosial pada Anak Gangguan Perkembangan, yang menjadi bekal penting dalam mendukung anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Kombinasi latar belakang akademik, pengalaman lapangan, serta komitmen pribadi untuk berkontribusi pada perkembangan anak membuat Emma menjalankan perannya sebagai terapis anak dengan pendekatan yang hangat, terstruktur, dan berbasis ilmu.
Putri Hardiyanti Fiang, S.Psi.
Merupakan lulusan Program Studi Psikologi dari Universitas Kristen Satya Wacana. Ketertarikannya pada dunia anak tercermin dari motivasi kerjanya sebagai terapis anak, yaitu keinginan untuk mendampingi anak-anak dan membantu mereka mencapai kemampuan terbaiknya.
Secara akademik, ia menyusun skripsi berjudul “Maternal Filicide: Sebuah Studi Kasus Mengenai Self-Forgiveness pada Ibu yang Membunuh Anaknya”, yang menunjukkan ketertarikan pada isu-isu klinis dan dinamika psikologis yang kompleks, khususnya terkait relasi orangtua–anak dan proses pemulihan psikologis.
Dari sisi pengembangan kompetensi, Putri telah mengikuti beberapa pelatihan yang relevan dengan kerja terapis anak, antara lain “DTT – ABA Sebagai Intervensi Awal Bahasa dan Bicara”, “PECS: Melatih Kemampuan Komunikasi dan Sosial pada Anak Gangguan Perkembangan”, serta “Terapi Perilaku ABK dengan Metode ABA”.
Kombinasi latar belakang pendidikan psikologi, pengalaman pelatihan yang spesifik pada intervensi anak berkebutuhan khusus, serta motivasi personal untuk mendukung perkembangan anak, menjadi modal penting bagi Putri dalam menjalankan peran sebagai terapis anak secara profesional dan empatik.
Althea Patricia Pattiasina, S.Psi.
Merupakan lulusan Program Studi Psikologi dari Universitas Kristen Satya Wacana. Ketertarikannya pada dunia anak-anak tercermin dari motivasi kerjanya sebagai terapis anak, yaitu keinginan untuk mendukung setiap anak mencapai perkembangan yang optimal.
Secara akademik, ia menyusun skripsi berjudul “Proses Pengambilan Keputusan Menikah Beda Kasta Sosial Pada Perempuan Suku Kei”, yang menunjukkan minatnya pada dinamika sosial-budaya, pengambilan keputusan, serta konteks psikologis yang kompleks dalam kehidupan individu.
Dalam pengembangan kompetensi profesional, Althea telah mengikuti berbagai pelatihan yang relevan dengan praktik terapi anak, di antaranya “DTT – ABA Sebagai Intervensi Awal Bahasa dan Bicara”, “PECS: Melatih Kemampuan Komunikasi dan Sosial pada Anak Gangguan Perkembangan”, dan “Terapi Perilaku ABK dengan Metode ABA”.
Kombinasi latar belakang pendidikan psikologi, sensitivitas terhadap konteks sosial-budaya, serta bekal pelatihan intervensi pada anak berkebutuhan khusus menjadi landasan penting bagi Althea dalam menjalankan perannya sebagai terapis anak dengan pendekatan yang terstruktur, empatik, dan berbasis ilmu.
Novia Kicky Febiola.
Saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Terbuka, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen. Pengetahuannya di bidang manajemen menjadi landasan awal yang mendukung perannya sebagai staf administrasi umum, khususnya dalam membantu pengelolaan data, penataan dokumen, dan tugas-tugas administratif harian.
Sebagai mahasiswa yang masih aktif belajar, Novia mendapatkan kesempatan untuk langsung mempraktikkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam situasi kerja nyata, sehingga keterampilan organisasional, ketelitian, dan tanggung jawabnya terus berkembang seiring dengan pengalaman kerja yang ia jalani.
Kelvin Trian Immanuel
Saat ini menempuh pendidikan di Universitas Terbuka, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, dan saat ini dipercaya sebagai Koordinator Administrasi. Dalam peran ini, Kelvin memegang tanggung jawab yang lebih besar untuk mengawasi jalannya operasional rumah terapi, memastikan pengaturan administrasi berjalan rapi dan sistematis, serta terlibat dalam penyusunan dan pengelolaan dokumen-dokumen penting, termasuk formulir Informed Consent, pembuatan dan pengaturan jadwal konsultasi dan terapi.
Kombinasi antara latar belakang pendidikan manajemen dan peran koordinatif yang ia jalankan membantu Kelvin mengembangkan keterampilan organisasi, kepemimpinan administratif, serta ketelitian dalam bekerja, sehingga mendukung terciptanya layanan terapi yang profesional dan tertata.
Nurul Aisyah, S.Psi.
Merupakan lulusan Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya. Dalam skripsinya yang berjudul “Peran Gratitude sebagai Mediator antara Perceived Teacher’s Social Support dan Purpose in Life pada Remaja”, Nurul menunjukkan minat yang kuat pada psikologi positif, relasi suportif dalam konteks pendidikan, serta pembentukan makna hidup pada remaja. Karya akademik ini mencerminkan ketajamannya dalam melihat faktor-faktor psikologis yang berkontribusi terhadap kesejahteraan dan perkembangan generasi muda.
Ketertarikan Nurul pada dunia pendidikan dan well-being menjadi landasan utama motivasinya dalam menjalani peran di bidang Research and Development. Ia memiliki komitmen untuk memberdayakan generasi muda agar tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Antusiasmenya terhadap pengembangan berbasis bukti membuat Nurul berfokus pada perancangan, pengkajian, dan penguatan program-program yang relevan dengan kebutuhan anak dan remaja.
Dalam mendukung kompetensinya, khususnya terkait anak berkebutuhan khusus, Nurul telah mengikuti berbagai pelatihan profesional, antara lain Applied Behavior Analyst Training, Crisis Management Strategy in Special Need Children, serta Verbal Behavior Milestones Assessment and Placement Program (VB-MAPP). Bekal ini memperkuat kemampuannya dalam memahami perilaku, kebutuhan intervensi, serta strategi pengembangan yang terstruktur dan aplikatif.
Dengan kombinasi latar belakang akademik yang solid, pelatihan profesional, serta orientasi kuat pada pengembangan berbasis riset, Nurul menjalankan perannya di bidang Research and Development dengan pendekatan yang analitis, reflektif, dan berorientasi pada dampak jangka panjang.
